
Perhitungan kapasitas kontainer merupakan salah satu bagian penting dalam perencanaan pengiriman barang. Pemilihan kontainer atau kendaraan ekspedisi tidak cukup hanya berdasarkan jumlah barang yang akan dikirim. Berat total produk, wilayah tujuan, kapasitas kendaraan, ukuran kemasan, hingga cara penyusunan barang perlu diperhitungkan agar biaya transportasi dapat ditekan.
Dalam kegiatan operasional, pengiriman barang dari gudang Klaten menuju wilayah tujuan luar jawa misalnya, dapat dilakukan dengan beberapa alternatif. Barang dapat dikirim menggunakan kontainer secara penuh maupun melalui truk ekspedisi darat terlebih dahulu menuju pelabuhan terdekat yang nantinya bakal dimuat dalam kontainer bersama produk yang lain ( LCL).
Pemilihan metode tersebut biasanya disesuaikan dengan total berat produk dan kebutuhan pengiriman. Semakin besar jumlah barang yang dikirim, semakin penting pula melakukan perhitungan kapasitas dan optimasi susunan barang.
Proses Sebelum Pengiriman
Sebelum barang dikirim, kita perlu melakukan perencanaan agar moda transportasi yang digunakan sesuai dengan jumlah barang dan tujuan pengiriman.
1. Penentuan Ekspedisi Berdasarkan Berat Barang
Salah satu dasar dalam menentukan metode pengiriman adalah total berat produk.
Sebagai contoh, untuk pengiriman menuju tujuan luar jawa, apabila total berat produk mencapai sekitar 24 ton, penggunaan kontainer dapat menjadi pilihan yang dipertimbangkan.
Namun, apabila berat produk relatif kecil, misalnya kurang dari 8 ton, penggunaan kontainer belum tentu menjadi pilihan yang paling efisien.
Untuk kondisi tersebut, barang dari gudang Klaten dapat dikirim terlebih dahulu menuju depo pelabuhan menggunakan truk ekspedisi reguler dengan kapasitas maksimal sekitar 7,5 ton. Untuk selanjutnya, dikirim menggunakan kontainer yang bisa melayani LCL sesuai tujuan.
Dengan demikian, penentuan ekspedisi dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan aktual.
2. Perhitungan Kapasitas Kontainer
Dalam menghitung kapasitas kontainer, berat barang bukan satu-satunya faktor yang harus diperhatikan.
Kita juga perlu melihat volume barang dan kapasitas ruang kontainer. Produk yang memiliki bobot besar tetapi berukuran kecil akan menghasilkan perhitungan yang berbeda dengan produk yang ringan tetapi membutuhkan ruang besar.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:
- Total berat produk.
- Jumlah produk.
- Dimensi setiap produk.
- Ukuran kemasan.
- Jumlah tumpukan.
- Kapasitas berat kendaraan atau kontainer.
- Kapasitas volume kontainer.
- Distribusi berat barang.
- Keamanan selama perjalanan.
Secara sederhana, perhitungan kapasitas dapat dilakukan dengan membandingkan kebutuhan muatan dengan kapasitas kendaraan. Kontainer yang terisi penuh secara volume belum tentu aman apabila distribusi berat tidak merata.
3. Optimasi Susunan Barang dalam Kontainer
Setelah menentukan jenis ekspedisi, langkah berikutnya adalah menyusun barang secara optimal.
Dalam proses operasional, produk manhole cover misalnya, disusun dengan ketentuan minimal 15 tumpuk, dengan tetap memperhatikan karakteristik produk dan kemampuan.
Penyusunan 15 tumpuk dapat membantu memanfaatkan ruang vertikal. Namun, jumlah tumpukan tetap harus disesuaikan dengan kekuatan produk dan keamanan produk.
Mengapa Susunan Barang Penting?
Cara menyusun barang dapat memengaruhi jumlah produk yang mampu dimuat dalam satu kendaraan.
Susunan yang tidak optimal dapat menghasilkan ruang kosong di antara produk. Apabila ruang kosong terlalu besar, kapasitas kendaraan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sebaliknya, susunan yang direncanakan dengan baik dapat membantu meningkatkan jumlah produk dalam satu kali pengiriman.
Efisiensi Logistik dan Penghematan Biaya Transportasi
Efisiensi logistik pada dasarnya berkaitan dengan bagaimana perusahaan dapat mengirimkan barang dengan biaya yang optimal, waktu yang efisien, dan risiko yang terkendali.
Pemilihan ekspedisi yang tepat merupakan salah satu faktor penting. Namun, biaya transportasi juga dapat dipengaruhi oleh:
- Jumlah barang yang dikirim.
- Berat total barang.
- Volume barang.
- Jumlah kendaraan yang dibutuhkan.
- Jarak pengiriman.
- Desain kemasan produk.
- Kapasitas kendaraan.
- Frekuensi pengiriman.
Apabila barang dapat dimuat lebih banyak dalam satu kali pengiriman, kebutuhan terhadap pengiriman tambahan dapat berkurang atau bahkan tidak diperlukan.
Sebaliknya, apabila kapasitas kendaraan masih belum mencapai berat maksimal kendaraan dan susunan barang tidak optimal sehingga banyak ruang terbuang, ekspedisi dalam hal ini berpotensi membutuhkan muatan tambahan atau perjalanan tambahan agar bisa tercapai berat maksimal kendaraan
Penulis: Rafly | Editor: Hayyu
Baca Juga:
Leave a Reply