Maria Jaya

Pintu Air Intake | Spare Part Alat Berat | Liner AMP

  • Home
  • Products
    • Pintu Air Intake
    • Liner Casting AMP
    • Kuku Bucket Beko
    • Manhole Cover Besi Cor
    • Grating Besi Cor
    • Kursi Taman Besi Cor
  • Blog
  • Vlog
  • Contact

Pengujian Logam Ultrasonik (Ultrasonic Testing)

By Maria Jaya August 1, 2023 Leave a Comment

Pengujian Logam Ultrasonik (Ultrasonic Testing)

Pengujian logam ultrasonik merupakan salah satu bagian dari pengujian tidak merusak bahan atau non-destructive test dimana logam yang diuji tidak mengalami perubahan bentuk dan sifatnya. Ultrasonic testing bisa mendeteksi cacat logam seperti penyusutan, porositas logam, inklusi pasir, dan retakan yang terjadi di bagian dalam produk. Pengujian ultrasonik juga dapat memperkirakan besar cacat dan lokasi cacat tersebut.

Pengujian ultrasonik bekerja dengan memanfaatkan penyuntikan ultrasound (frekuensi tinggi dan gelombang yang pendek) ke dalam produk cor dan kemudian mendeteksi cacat internal cor dengan karakter refraksi dan perubahan gelombang pada penghubung.

 pengujian logam Ultrasonik
Pengujian logam Ultrasonik

Pemanfaatan Uji Ultrasonik

Sobat logam ceper, uji ultrasonik ini umumnya diaplikasikan dengan gelombang pulse elektronik yang pendek dengan frekuensi dari 0,1-15 MHz atau bahkan hingga 50 MHz. Contoh pengaplikasian uji ultrasonik ini adalah mengukur ketebalan benda uji seperti untuk memantau korosi pipa.

pemanfaatan uji ultarasonik
Contoh penggunaan uji ultarasonik (Foto: Hesa.com)

Logam dan baja paduan adalah produk yang sering diuji dengan pengujian ultrasonik. Beton, kayu, dan komposit lainnya pun diuji menggunakan uji ultrasonik, namun dengan resolusi yang lebih rendah dari baja dan logam paduan. Uji ultrasonik banyak digunakan oleh industri konstruksi baja dan aluminium, manufaktur, metalurgi, aerospace dan sektor transportasi.

Pengujian ultrasonik ini secara umumnya didasarkan pada penangkapan pulse-echo atau kuantifikasi gelombang pantul dan melalui transmisi. Kedua jenis tersebut sama sama sering digunakan namun yang paling banyak digunakan oleh perusahaan adalah metode pulse-echo karena hanya memerlukan akses dari satu sisi ke objek yang akan diperiksa saja.

Prinsip Dasar Ultrasonic Testing

Beberapa komponen dalam pengujian ultrasonik yaitu:

  1. Pulses / Receiver
  2. Transducer
  3. Perangkat display
Komponen uji ultrasonik
Komponen uji ultrasonik

Pulser / receiver merupakan sebuah elektronik perangkat yang mengeluarkan pulse listrik tegangan yang tinggi. Transduser dapat menghasilkan energi ultrasonik berfrekuensi tinggi berkat dorongan dari pulser. Dari sana energi suara akan merambat yang kemudian disebarkan oleh media dari obyek yang diperiksa dalam bentuk gelombang.

Jika ada diskontinuitas seperti retakan di sepanjang jalur rambatan gelombang, maka energi akan dipantulkan kembali dari permukaan yang cacat itu. Sinyal yang dipantulkan dari bentuk gelombang diubah menjadi sinyal listrik oleh transduser dan akan ditampilkan pada layar.

Dari sana akan terlihat jarak tempuh sinyal dari pergerakan kecepatan gelombang serta waktu tempuh nya. Dari sanalah informasi mengenai lokasi reflektor, ukuran, orientasi dan fitur lainnya akan di dapat.

Jenis-Jenis Pengujian Ultrasonik

Adapun jenis-jenis pengujian ultrasonik terbagi ke dalam tiga bagian sebagai berikut:

  1. Metode pulse reflection
  2. Penetration method
  3. Resonance method

Kelebihan dan Kekurangan Pengujian Ultrasonik

Kelebihan pengujian Ultrasonik

  1. Memiliki daya tembus tinggi yang dapat mendeteksi cacat jauh di dalam bagian sana.
  2. Memiliki sensitivitas yang sangat peka, dapat memungkinkan pendeteksian cacat yang sangat kecil.
  3. Akurasi pengujian yang lebih besar dibandingkan dengan metode pengujian lainnya dalam menentukan kedalaman cacat internal serta ketebalan bagian dengan permukaan paralel.
  4. Memiliki kemampuan dalam memperkirakan ukuran, orientasi, bentuk dan sifat cacat.
  5. Memiliki kemampuan dalam memperkirakan struktur paduan dengan sifat akustiknya.
  6. Tidak menimbulkan bahaya bagi operator dan tidak menimbulkan bekas pada peralatan dan material.
  7. Pengoperasian sangat portabel dan otomatis.
  8. Hasil yang cepat sehingga keputusan dibuat langsung ditempat.
  9. Dapat mengakses satu permukaan produk saja untuk mendapatkan hasil.

Kekurangan Pengujian Ultrasonik

  1. Dalam operasi manual memerlukan kecermatan yang sangat tinggi dari teknisi.
  2. Perlu teknisi yang memiliki pengembangan prosedur inspeksi yang luas.
  3. Sulit dilakukan pemeriksaan pada bagian yang kasar serta bentuk yang tidak beraturan ataupun bentuk yang kecil / tipis dan tidak homogen.
  4. Perlu dilakukan pembersihan untuk menghilangkan cat dan semacamnya.
  5. Terdapat couplant untuk memberikan transfer energi gelombang ultrasonik.
  6. Biaya peralatan cukup mahal.
  7. Perlu standar referensi dan kalibrasi.

Kesimpulan

Pengujian logam ultrasonik merupakan salah satu bagian dari pengujian tidak merusak bahan atau non-destructive test dimana logam yang diuji tidak mengalami perubahan bentuk dan sifatnya. Ultrasonik testing ini dapat diaplikasikan pada logam, baja, beton, kayu dan komponen semacamya. Kegunaaan dari ultrasonik testing ini ialah untuk mendeteksi kerusakan melalui gelombang ultrasonik.

Info Lebih Lanjut

Penulis:

Alfina Indah Rahmawati

Referensi:

twi-global.com/ULTRASONIC TESTING

hesa.co.id/Ultrasonic Testing

BACA JUGA:

  • Proyek Beautifikasi Bandara Pattimura Ambon Gunakan Grill Besi Cor
  • Ornamen Pagar Rumah Dinas Bank Indonesia (RDBI) Batam
  • Alasan Manhole Cover FRP Menjadi Pilihan Utama untuk Perumahan
  • Ciri-Ciri Keunggulan Perumahan Cluster
  • 5 Things to Consider Before Building Garden Path
Share Tweet Share Share

Filed Under: Blog Tagged With: Non-destructive test, Ultrasonik testing

About Maria Jaya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis !

Kami jamin bukan spam.

Ikuti Kami

  • Email
  • Instagram
  • Pinterest
  • YouTube
subscribe

Business Locations

  • Dubai Investment Park, UAE
  • Klaten, Central Java
  • Sleman, Yogyakarta
  • Berau, East Borneo
  • Penajam Paser Utara, East Borneo
  • Batam, Riau Island
  • Bandung, West Java
  • Merauke, South Papua

Recent Posts

  • Perbedaan Pintu Air Manual dan Pintu Air Otomatis
  • Identifikasi Kesalahan Desain Pintu Air: 5 Poin Penting yang Perlu Diperhatikan
  • Kuku Bucket Beko & Excavator Berkualitas untuk Performa Alat Berat Maksimal
  • Peran Pintu Air Merauke dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Lokal
  • Pentingnya Irigasi dalam Pertanian: Kunci Panen Maksimal di Setiap Musim
  • 6 Jenis Pintu Air Irigasi dan Fungsinya dalam Pengelolaan Aliran Air
  • 5 Manfaat Pintu Air Irigasi untuk Pertanian di Merauke
  • Grating Besi Cor: Tutup Drainase Agar Tidak Terjadi Genangan
  • Pintu Air Merauke: Solusi Efektif Atasi Banjir Musiman di Papua Selatan
  • Kursi Taman Besi Cor: 5 Keunggulannya Cocok untuk Outdoor
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Copyright © 2026 ยท MARIA JAYA