Maria Jaya

Pintu Air Intake | Spare Part Alat Berat | Liner AMP

  • Home
  • Products
    • Pintu Air Intake
    • Liner Casting AMP
    • Kuku Bucket Beko
    • Manhole Cover Besi Cor
    • Grating Besi Cor
    • Kursi Taman Besi Cor
  • Blog
  • Vlog
  • Contact

Destructive Test: Pengujian Material dalam Pengecoran Logam

By Maria Jaya January 21, 2022 Leave a Comment

destructive test

Halo sobat Logam Ceper, tentunya sobat masih ingat kan pengujian dalam pengecoran logam ada berapa? Ya betul ada dua, yaitu Non Destructive Test dan Destructive Test. Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang pengujian Non Destructive Test atau disebut NDT. Nah, kali ini kita akan membahas tentang pengujian Destructive Test (DT). Simak penjelasannya ya sobat..

Destructive Test adalah pengujian yang dilakukan dengan cara merusak benda uji. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui ketahanan suatu material sehingga nantinya menghasilkan material yang berkualitas tinggi. Pembuatan sampel uji merupakan bagian terpenting dalam pengujian ini karena berhubungan langsung dengan nilai hasil pengujian. Dalam pengujian DT ada beberapa pengujian yang dilakukan, yaitu uji impact, uji tarik, uji kekerasan dan uji spektrometer.

Uji Impact

Uji impact bertujuan untuk mengetahui kuat kejut dari material atau untuk mengetahui nilai takikan pada paduan logam.  

Alat Uji Impact dalam destructive test
Alat Uji Impact

Langkah pertama dalam uji impact adalah pembuatan sampel uji dengan ukuran sesuai dengan ketentuan.

Contoh sampel uji impact
Contoh sampel uji impact

Setelah pembuatan sampel uji, kemudian masuk kedalam tahap pengujian. Pada tahap pengujian ini nilai impact atau nilai kejut dari material akan terlihat pada indikator alat uji.

Hasil uji impact dari sampel
Hasil uji impact dari sampel

Uji tarik (Tensile Test)

Uji tarik bertujuan untuk mengetahui tensile strength (kuat tarik), yield strength (kekuatan), dan elongation (kemuluran) dari suatu material.

Alat Uji Tarik dalam destructive test
Alat Uji Tarik

Langkah pertama dalam uji tarik adalah pembuatan sampel sesuai standar yang telah ditentukan, sampel dibuat dengan menggunakan mesin bubut.

Contoh sampel uji tarik
Contoh sampel uji tarik

Setelah sampel dibuat kemudian masukan sampel kedalam alat uji, selanjutnya adalah tahap pengujian. Pada tahap pengujian ini tunggu beberapa saat sampai sampel patah. Nilai tensile strength (kuat tarik), yield strength (kekuatan), dan elongation (kemuluran) dapat dilihat pada layar monitor.

Hasil uji kuat tarik dari sampel
Hasil uji kuat tarik dari sampel

Uji Kekerasan (Hardness Test)

Uji kekerasan bertujuan untuk mengetahui ketahanan atau kekuatan permukaan material. jenis pengujian hardness terbagi menjadi beberapa macam:

  • Hardness Rockwell manual (HRB dan HRC)
  • Hardness Rockwell digital (HRB dan HRC)
  • Hardness Portable (Brinnel)
  • Hardness Micro Vickers

Perbedaan dari HRB dan HRC adalah pada identor, untuk HRB menggunakan identor berbentuk bola dan HRC menggunakan identor berbentuk diamond.

Alat Uji Kekerasan dalam destructive test
Alat Uji Kekerasan

Langkah pertama dalam uji kekerasan adalah pembuatan sampel uji dengan tebal 10 mm.

Contoh sampel uji kekerasan
Contoh sampel uji kekerasan

Permukaan sampel uji harus rata, untuk memudahkan dalam pengujian dan hasil nilai uji lebih spesifik. Pada tahap pengujian nilai hasil uji bisa dilihat pada layar monitor.

Uji Spektrometer (Uji Komposisi)

Uji spektrometer digunakan untuk mengetahui kandungan unsur yang terdapat dalam logam, proses pengujian spektrometer bertujuan untuk mendapatkan seberapa besar nilai unsur penyusun material, misalkan dari unsur Fe, C, Mn, Si, Ni, V, Mo dan lain sebagainya.

Pengujian spektrometer menjadi acuan utama dalam pengujian-pengujian diatas, karena kandungan unsur dalam logam berpengaruh terhadap kekuatan logam.

Dalam pengujian Destructive Test atau pengujian dengan merusak benda uji, perlu diperhatikan dalam pembuatan sampel uji yang sesuai standart, karena berpengaruh terhadap hasil nilai uji.

Jadi begitu yaa sobat penjelasannya, semoga sobat bisa memahami. Untuk pertanyaan atau info lebih lanjut, bisa disampaikan di kolom komentar atau hubungi langsung Team Logam Ceper.

Hubungi Team Logam Ceper

Penulis: Asep Muhamad | Editor: Tri Rahayu

BACA JUGA:

  • Manhole Cover Fly Over Simpang Bandara, Palembang
  • 7 Keuntungan Punya Taman di Rumah
  • Pentingnya Bak Kontrol di Lingkungan Rumah Hingga Kawasan Industri
  • Gudeg Jogja, Warisan Rasa yang Sarat Akan Makna
  • 7 Facts About Jakarta-Bandung High Speed Train

Share Tweet Share Share

Filed Under: Blog Tagged With: pengecoran logam, pengujian material

About Maria Jaya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis !

Kami jamin bukan spam.

Ikuti Kami

  • Email
  • Instagram
  • Pinterest
  • YouTube
subscribe

Business Locations

  • Dubai Investment Park, UAE
  • Klaten, Central Java
  • Sleman, Yogyakarta
  • Berau, East Borneo
  • Penajam Paser Utara, East Borneo
  • Batam, Riau Island
  • Bandung, West Java
  • Merauke, South Papua

Recent Posts

  • Perbedaan Pintu Air Manual dan Pintu Air Otomatis
  • Identifikasi Kesalahan Desain Pintu Air: 5 Poin Penting yang Perlu Diperhatikan
  • Kuku Bucket Beko & Excavator Berkualitas untuk Performa Alat Berat Maksimal
  • Peran Pintu Air Merauke dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Lokal
  • Pentingnya Irigasi dalam Pertanian: Kunci Panen Maksimal di Setiap Musim
  • 6 Jenis Pintu Air Irigasi dan Fungsinya dalam Pengelolaan Aliran Air
  • 5 Manfaat Pintu Air Irigasi untuk Pertanian di Merauke
  • Grating Besi Cor: Tutup Drainase Agar Tidak Terjadi Genangan
  • Pintu Air Merauke: Solusi Efektif Atasi Banjir Musiman di Papua Selatan
  • Kursi Taman Besi Cor: 5 Keunggulannya Cocok untuk Outdoor
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Copyright © 2026 ยท MARIA JAYA