Lampu jalan adalah lampu yang digunakan untuk penerangan jalan dimalam hari sehingga pejalan kaki, pesepeda dan pengendara dapat melihat dengan lebih jelas jalan yang akan dilalui pada malam hari, sehingga dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas dan keamanan dari para pengguna jalan.
Cara Membuat Skema rangkaian Lampu Jalan
Skema rangkaian lampu jalan lED knight rider tersebut adalah satu diantara lampu variasi untuk kendaraan bermotor maupun lampu variasi untuk mobil. Tegangan/voltage kerja skema rangkaian lampu berjalan jenis knight rider tersebut yaitu + 12 volt DC sesuai dngn batere/accumulator motor maupun mobil. Skema rangkaian lampu berjalan jenis knight rider tersebut yaitu lampu variasi motor maupun mobil dngn urutan hidup LED (11 buah) seperti knight rider. Gambar skema rangkaian & daftar komponen unutk membuat lampu berjalan LED jenis knight rider bisa disimak pada gambar dibawah ini.
Gambar Skema Lampu Jalan
Skema rangkaian lampu running LED jenis knight rider tersebut di buat memakai IC decade ring counter CD4017 & 6 LED lalu disusun sedemikian rupa jadi 11 LED supaya membuat penampilan seperti knight rider.
Skema rangkaian lampu berjalan LED jenis knight rider tersebut disusun dari bagian pembangkit pulsa & ring counter dngn beban LED. Bagian pembangkit pulsa disusun memakai IC NE555 yg diset sbg astabil multivibrator dngn frekuensi kerja bisa diatur memakai variabel resistor/hambatan dengan ukuran VR 20 KOhm.
Frekuensi kerja pembangkit pulsa tersebut bakal memastikan kecepatan gerakan hidup LED di skema rangkaian lampu berjalan jenis knight rider itu. Sisi ring counter berperan untuk mengatur gerakan hidup LED yg berjalan kiri kanan terus menerus sesuai pulsa clock dari pembangkit pulsa yg di terima IC Cd4017. Output ricng counter IC CCD4017 diberikan beban berbentuk LED 6 titik yg pada rangkai sedemikian rupa jadi 11 LED untuk membuat ciri-ciri penampilan knight rider.
Langkah Kerja pemasangan Lampu Jalan
Kabel NYM 2 x 2,5 mm di potong sepanjang 1 meter, salah satu ujungnya di kupas, untuk fasa digunakan warna biru sedangkan netral warna hitam, setelah itu kabel-kabel fasa dihubungkan ke trafo, kemudian keluarlah fasanya dihubungkan ke ignitor dengan menggunakan kabel NGA, pada ignitor kabel fasa di kopel untuk dihubungkan ke fitting.
Untuk netral (N) nya langsung di hubungkan ke ignitor tanpa melalui trafo, pada ignitor kabel netral di kopel untuk dihubungkan ke fitting. Setelah kabel fasa dan netral sudah dihubungkan ke fitting hubungan salah satu kabel NGA keluaran dari trafo ke ignitor.
Untuk Lebih jelasnya :
- Masukkan kabel NYM 2 x 2,5 sepanjang 1 meter ke dalam lobang stang tempat meletakkan kap lampu, lalu masukkan kap lampu ke ujung stang.
- Buka penutup kap lampu tempat meletakkan trafo dan buka kaca kap lampu tersebut, pasanglah fitting sesuai dengan ukuran lampu HPL yang akan di gunakan.
- Setelah selesai rangkailah trafo dengan menggunakan kabel sesuai dengan gambar rangkaian yang ada.
- Kemudian pasang baut trafo yang sudah ada di dalam kap lampu, kemudian pasang lah bola lampu tipe HPL yang akan di gunakan,
- Periksa kembali hasil pemasangan, lalu jika sudah benar tutuplah kap lampu dengan baut yang telah ada dan pasang kaca kap lampu.
- Periksakan rangkaian dengan menggunakan arus listrik jika telah menyala, maka lampu siap di pasang di tiang listrik.
- Letakkan begol, baut, dan mur di satang lampu tersebut tempat begol di atas dan dibawah, dan jangan dipasang langsung agar pada saat di tiang tidak perlu membukanya lagi
- Apabila lampu jalan sudah di pasang dengan baik dan benar, maka gunakan MCB 2A untuk menyalakan atau memadamkan lampu yang sudah tersambung dengan kabel TR (Tegangan Rendah) dan MCBnya di pasang di tiang dengan ketinggian 1,5 meter di atas tanah.
BACA JUGA:
Leave a Reply